Rabu, 17 Maret 2010

ENAM (6) KUNCI SUKSES DALAM BELAJAR


1. KETEGUHAN HATI
Syarat utama dalam belajar, seseorang harus memiliki keteguhan hati untuk belajar. Seseorang yang telah memiliki keteguhan hati untuk belajar tidak akan berhenti belajar di tengah jalan sebelum maksud belajarnya tercapai.
  • Anda tidak akan mudah terpengaruh pada hal-hal yang dapat menghambat anda untuk belajar
  • Anda akan mampu memilih mana yang lebih penting atau lebih diutamakan untuk dilakukan
  • Anda tidak akan mudah menyerah jika menghadapi bagian-bagian yang tersulit dari pelajaran yang anda hadapi
Untuk memupuk dan menumbuhkan keteguhan hati anda perlu memiliki :
Rasa tertarik terhadap apa yang dipelajari, cita-cita, tujuan dan target yang hendak dicapai, rasa percaya diri, keinginan yang terbaik, teknik belajar yang efektif.

2. DISIPLIN DAN BELAJAR SECARA TERATUR
Anda harus dapat mengembangkan pola belajar secara teratur dan terencana, kemudian anda harus disiplin diri untuk mentaaati rencana belajar yang telah anda susun tersebut. Jangan biarkan kebiasaan buruk menunda waktu belajar menghinggapi anda.
Membiasakan diri dengan belajar secara teratur dan ditunjang dengan kedisiplinan dalam belajar membuat anda memiliki kecakapan belajar dengan baik yang pada akhirnya mempengaruhi pola pikir dan membentuk watak kepribadian yang baik.


Yang perlu mendapat perhatian anda berkaitan dengan kesehatan jasmani, antara lain :
  • Kebutuhan nutrisi harus cukup
  • Bebas dari gangguan penyakit
  • Kondisi jasmani harus segar (fresh)
  • kondisi /fungsi panca indera harus normal
Disamping kondis jasmani, tak kalah pentingnya adalah kondisi rohani (psikis) anda harus benar-benar siap untul melakukan aktivitas belajar, ketegangan-ketegangan emosional yang sangat menghambat proses belajar harus segera disingkirkan terlebih dahulu, seperti perasaan sedih, marah, iri, dendam, dan lain-lain harus dilenyapkan dari dasar lubuk hati anda.

4. LINGKUNGAN BELAJAR YANG KONDUSIF
Suasana tempat lingkungan belajar itu dapat dibedakan antara suasana lingkungan sosial dan lingkungan non sosial.
Yang dimaksud dengan suasana lingkungan non sosial adalah kondisi tata laksana ruangan tempat belajar dan suasana ruangan tempat belajar. Tata laksana ruangan tempat belajar benar-benar harus tertata rapi dan teratur agar dapat mendukung terciptanya kegiatan belajar dengan baik. Jangan sekali-kali meletakakkna sesuatu yang dapat mengganggu atau dapat memecahkan perhatian anda sehingga akan menyulitkan anda untuk konsentrasi belajar.
Sedang yang dimaksud dengan suasana lingkungan sosial adalah faktor hubungan sesama manusia yang turut mempengaruhi kegiatan belajar seseorang. Hubungan sesama manusia yang turut mepengaruhi proses belajar seseorang diantaranya hubungan subjek belajar di dalam lingkungan sekolahnya maupun hubungan subjek belajar di dalam lingkungan masyarakat atau pergaulan.
Hubungan dalam keluarga sangat diperlukan untuk hubungan yang harmonis sehingga bentuk hubungan tersebut dapat mendukung semangat untuk belajar bagi subjek belajar.
Di lingkungan sekolah tentunya bentuk hubungan yang sangat diharapkan adalah kedekatan dengan guru dan kecakapan guru dalam memberikan bimbingan secara baik serta metode mengajar yang mudah dimengerti dan dioperasionalkan. Begitu juga jalinan hubungan dengan teman-teman sekolah yang baik dan akrab.
Tentunya tidak diharapkan munculnya masalah seperti rasa tidak senang pada guru, kesulitan pemahaman dengan cara (metode) guru dalam memberikan pengajaran dan hubungan yang kurang akrab dengan teman-teman di sekolah.
Di lingkungan masyarakat banyak bentuk-bentuk pergaulan yang menyesatkan dan dapat menghilangkan semangat dan gairah untuk belajar. Oleh karena itu anda dituntut harus bersifat selektif dan waspada dalam mengembangkan pergaulan dalam masyarakat agar anda tidak terbawa arus yang dapat merugikan diri anda.

5. SUMBER BELAJAR DAN PERLENGKAPAN BELAJAR
Jika anda ingin mendapatkan hasil belajar yang baik tentunya anda harus mutlak mempersiapkan sumber-sumber belajar yang dapat mendukung seperti buku-buku, majalah ilmiah, media masa, jurnal-jurnal dan lain-lain. Semakin banyak tersedia bahasa atau sumber belajar yang dipelajari akan semakin banyak pengetahuan dan kecakapan yang dikuasai seseorang.
Anda sebagai pelajar tidak baik hanya menggantungkan diri pada satu buku pegangan wajib dalam proses belajar. Namun anda harus mengusahakna untuk memperkaya pengetahuan anda dengan buku-buku lainnya sebagai pendamping atau pendukung.
PAKET BELAJAR/ MODUL BELAJAR DARI FKPSI YOGYAKARTA adalah salah satu pendukung anda dalam MENCAPAI SUKSES UNAS/UASBN
Untuk mendukung proses belajar anda disamping sumber belajar yang harus anda sediakan dengan lengkap dan baik adalah perlengkapan belajar seperti buku tulis, pulpen, pensil dan alat-alat tulis lainnya.

6. TEKNIK BELAJAR
Mempergunakan teknik belajar dalam belajar akan memudahkan kita untuk melakukan pemusatan perhatian dan pemusatan konsentrasi belajar pada pokok pelajaran secara terarah.
Yang dimaksud dengan teknik belajar itu harus simple dan mudah dilaksanakan dan hanya perlu dibiasakan saja dalam belajar. Teknik belajar tersebut berintikan sebagai berikut :
  • Pertama, upaya yang harus dilakukan adalah penetapan tujuan yang hendak dicapai
  • Kedua, upaya bagaimana mengembangkan cara mendengar, mengembangkan cara menbaca, atau mengembangkan cara mempergunakan dengan memakai cara tanya yaitu, bagaimana, mengapa, apa, dimana, siapa, dan kapan.
  • Ketiga, upaya untuk menyusuri rangkuman dan kesimpulan yang dipelajari dengan kata-kata sendiri
  • Keempat, upaya melakukan evalusai tingat penguasaan materi pelajaran
  • Kelima, upaya melakukan pengulangan bagian-bagian yang belum dikuasai
NB : TIPS CARA BELAJAR PRAKTIS AKAN DIKIRIM BERSAMA DENGAN PENGIRIMAN PAKET BELAJAR

"BIRO KONSULTASI SISWA FKPSI YOGYAKARTA"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar